Jumat, 19 Februari 2010
Kamis, 18 Februari 2010
hujan pagi hari 2
angin terasa sangat dingin
ketika ibuku membagunkanku dari tidur
segera aku sadarkan diri
merasakan aktivitas sekitar
ya itu memang suara hujan
hujan yang besar sepertinya
aku kuatkan raga untuk berdiri
beranjak dari kelalaian
hujan pagi ini sangat besar
segera menyucikan diri dengan air wudhu
dan tersungkur diatas sajadah pemberian
bersyukur atas segala nikmat
dan memohon ampun atas segala khilaf
hujan pagi ini sangat besar
aku ingin keluar
membersihkan segala kotoran
dosa-dosa yang sangat lekat untuk dihapuskan
ketika ibuku membagunkanku dari tidur
segera aku sadarkan diri
merasakan aktivitas sekitar
ya itu memang suara hujan
hujan yang besar sepertinya
aku kuatkan raga untuk berdiri
beranjak dari kelalaian
hujan pagi ini sangat besar
segera menyucikan diri dengan air wudhu
dan tersungkur diatas sajadah pemberian
bersyukur atas segala nikmat
dan memohon ampun atas segala khilaf
hujan pagi ini sangat besar
aku ingin keluar
membersihkan segala kotoran
dosa-dosa yang sangat lekat untuk dihapuskan
Selasa, 16 Februari 2010
Wajah Sendu
Sebaris cerita untukmu
Dalam kisah sendu hidupku
Menguak problema diri
Mencari hati tuk berbagi
Wajah sendu duduk terdiam
Layangkan sekelebat angan
Tatapan kosong penuh harapan
Pada insan yang ia kenang
Kau adalah bayang wajah sendu
Tak kurasakan keberadaanmu
Dunia milikmu
Menutupiku dalam keberadaanmu
Pejamkan mata membayang
Sebagai tanda terlukisnya harapan
Pemilik wajah sendu dalam biru
Minggu, 14 Februari 2010
sehat?
apakah anda merasa sehat?
sesehat apakah anda?
apakah benar-benar tidak ada satupun penyakit dalam tubuh anda?
pilek?
batuk?
panas?
benar tidak ada?
yakin?
kalau begitu sudahkah anda bersyukur?
segeralah...!!
agar hati anda tidak sakit.
sesehat apakah anda?
apakah benar-benar tidak ada satupun penyakit dalam tubuh anda?
pilek?
batuk?
panas?
benar tidak ada?
yakin?
kalau begitu sudahkah anda bersyukur?
segeralah...!!
agar hati anda tidak sakit.
Sabtu, 13 Februari 2010
Hujan Pagi Hari
Pagi ini hujan sangat deras mengguyur kota. Membasahi apapun tanpa pandang bulu. Jalan, taman, pohon-pohon, kendaraan di jalan, dan gedung-gedung semua basah kecuali orang-orang yang mengintip dibalik jendela atau pintu rumahnya sambil berkata. "Sial, pagi-pagi hujan....", atau "Ya Allah,,, kenapa hujan gede baget sih, kan mau berangkat kerja...". Ada-ada saja bentuk kekesalan manusia dan sedikit sekali yang bersyukur.
Namun, siapakah orang-orang yang bersyukur dengan ikhlas dengan datangnya hujan. Ialah petani, orang pertama yang sangat mengharapkan hujan turun ketika panas berkepanjangan. Berharap sawahnya dialiri air hujan yang membawa kesuburan sampai sawahnya menguning dan siap panen. Namun apa yang terjadi bila hujan turun sangat deras hingga menyebabkan banjir, kemudian ratusan hektar sawah gagal panen. Kembali sifat negatif manusia menjadi dominan. Mencaci maki, mengumpat, menganggap tuhan tidak adil.
Lalu siapakah orang-orang yang ikhlas dengan datangnya hujan. Apakah bocah-bocah yang menyewakan payung (ojek payung) kepada orang-orang dijalan. lalu bagaimana bila ia tidak mendapatkan orang yang menyewa payungnya. kembali mengumpat dan mencaci maki.
Seorang teman yang aku kenal dengan baik. Ia tersenyum memandangi hujan, entah apa yang dipikirkan. Ia hanya bilang hujannya sangat bagus. Apakah orang seperti ini yang bersyukur dengan datangnya hujan. Aku tidak tahu. Hanya Allah yang mengetahui isi hati setiap manusia. Tapi aku pernah mendengar temanku berkata. "Rahmat Allah turun pagi-pagi sekali, jadi bisa lari pagi". Mencari kenikmatan dibalik kesempitan yang luas.
Namun, siapakah orang-orang yang bersyukur dengan ikhlas dengan datangnya hujan. Ialah petani, orang pertama yang sangat mengharapkan hujan turun ketika panas berkepanjangan. Berharap sawahnya dialiri air hujan yang membawa kesuburan sampai sawahnya menguning dan siap panen. Namun apa yang terjadi bila hujan turun sangat deras hingga menyebabkan banjir, kemudian ratusan hektar sawah gagal panen. Kembali sifat negatif manusia menjadi dominan. Mencaci maki, mengumpat, menganggap tuhan tidak adil.
Lalu siapakah orang-orang yang ikhlas dengan datangnya hujan. Apakah bocah-bocah yang menyewakan payung (ojek payung) kepada orang-orang dijalan. lalu bagaimana bila ia tidak mendapatkan orang yang menyewa payungnya. kembali mengumpat dan mencaci maki.
Seorang teman yang aku kenal dengan baik. Ia tersenyum memandangi hujan, entah apa yang dipikirkan. Ia hanya bilang hujannya sangat bagus. Apakah orang seperti ini yang bersyukur dengan datangnya hujan. Aku tidak tahu. Hanya Allah yang mengetahui isi hati setiap manusia. Tapi aku pernah mendengar temanku berkata. "Rahmat Allah turun pagi-pagi sekali, jadi bisa lari pagi". Mencari kenikmatan dibalik kesempitan yang luas.
Jumat, 12 Februari 2010
Saksi sang langit jingga....
Aku ingin bebas
Dari cegkraman
Yang mengikat
Melilit...
Hingga menjerit
Aaa...agh...h...h....
Apakah harus begini ?
Sampai kapan harus begini ?
Terikat oleh waktu
Yang mengejar
Hingga terdesak
Tersudut dalam lingkar waktu
Yang panjang
Detik-detik kian mendekat
Mengejar diriku yang masih menunggu
Terdengar panggilan itu
Agh....
Telah hilang satu waktuku
Dan mungkin begitu untuk yang kedua
Terus begitu untuk yang kesekian kalinya
Sampai aku mampu untuk pergi...
1104’06
Kamis, 11 Februari 2010
hello world...!!
Bagi para programmer, kata hello world bukanlah kata yang asing bagi mereka. Karena dari kata itulah mereka mengenal dunia pemrograman. Ibarat seorang manusia yang baru dilahirkan maka bahasa ibu adalah bahasa yang mereka kenal terlebih dahulu, kemudian setelah dewasa mereka berkembang dan mengenal bahasa dunia.
Dari filosofi diatas, kata hello world memiliki arti yang sangat penting bagi saya dalam menulis. Sebagai ucapan perkenalan saya kepada dunia. Kepada teman-teman blogger yang sudah terlebih dahulu menulis di blog.
Menulis merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari ilmu pengetahuan. Bahkan ada pribahasa yang mengatakan ikatlah ilmu dengan menulisnya. Dan bukankah Islam telah menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan. Sampai-sampai Allah akan meninggikan beberapa derajat bagi orang yang berilmu. Oleh karena itu saya akan menulis untuk menjaga pengetahuan yang saya miliki dan meninggikan Islam dengan ilmu.
Saya akan menulis, menulis apa saja. Tentang ilmu yang bermanfaat.
Saya akan menulis, menulis apa saja. Tentang hikmah kehidupan.
Saya akan menulis, menulis apa saja. Tentang kehidupan sampai negeri akhirat.
Saya akan menulis, menulis apa saja. Untuk meninggikan Islam dengan ilmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
